Diposting oleh : Antonius Handoko Kategori: Renungan & Motivasi - Dibaca: 4439 kali Selasa, 28 April 2015 - 23:48:18 WIB
Johny adalah seorang anak berusia tiga tahun. Ia sosok anak yang kuat dan sehat, ia memiliki seekor domba jantan yang diberinya nama Billy. Billy dombanya itu dipelihara di kadang yang terletak di samping rumahnya. Setiap hari ia akan membawa rumput dan daun selada untuk diberikan kepada Billy. Johny sangat suka bermain-main dengan Billy sehingga sering menghabiskan banyak waktu untuk bermain bersama.
Suatu hari Johny berpikir bahwa sebaiknya Billy berganti menu makannya. Maka keesokan hari berikutnya ia datang ke kadang billy dengan membawa daun-daun sawi dan bukan selada seperti biasanya. Johny memberikan sayuran itu kepada Billy namun domba itu memalingkan mukanya ke samping, Johny mencoba memberikannya lagi namun Billy mengulangi hal yang sama.
Johny memegang salah satu tanduk Billy dan mencoba memaksa domba peliharaannya untuk memakan daun sawi itu, kali ini Billy mendorong Johy dengan tanduknya. Dorongan pertama ini pelan namun Johny terdorong ke belakang. Johny agak marah maka ia memegang tanduk Billy dengan lebih keras dan memaksanya untuk memakan daun tersebut. Billy mendorong Johny dengan lebih kuat sehingga ia jatuh di tanah.
Johny begitu sakit hati dengan tindakan Billy. Ia lalu lari meninggalkan kadang Billy dan masuk ke rumah. Keesokan harinya Johny tidak lagi mengunjungi Billy dan ini berlangsung sampai beberapa hari. Ayah Johny yang melihat kejadian ini bertanya kepada Johny, “mengapa kamu tidak lagi memberi makan Billy”. Lalu Johny menjawab “Billy telah menolak saya ayah”.
Jalan yang paling baik untuk mematikan suatu hubungan ialah dengan memaksakan kehendak.
(cerita modifikasi dari Doa Sang Katak 2)
Baca juga artikel berikut:
082 133 636261
082 133 636261
082 133 636261
523F7CC3
082 133 636261