Arsip Blog
Kategori Produk
Our Suports

  082 133 636261
  082 133 636261
  Kedai Rohani


Anda pengunjung kami ke 247405.
Saat ini sedang ada 4 pengunjung online dari total 69 pengunjung hari ini. (hits 625/ 1168830 )



Anda sedang berada di: Blog
Blog Kedairohani.com
Kejamnya Hukum Salib
Diposting oleh : Antonius Handoko Kategori: Renungan & Motivasi - Dibaca: 4413 kali Sabtu, 04 April 2015 - 00:56:43 WIB

 

Hukuman dengan cara di salib merupakan hukuman yang sangat kejam dan sadis. Menurut buku-buku yang saya baca dan juga materi di perkuliahan, hukuman salib sebenarnya bukan hukuman khas bangsa Yahudi pada masa Yesus. Orang Yahudi biasanya menghukum mati orang dengan cara dirajam (dilempari batu sampai mati). Jadi hukuman mati yang ditimpakan pada Yesus memang agak terkesan aneh.

Menurut beberapa literatur hukum salib berasal dari Persia dan kemudian diambil alih oleh bangsa Yunani. Kebudayaan Yunani ini juga mempengaruhi orang-orang Roma dalam menghukum orang yang dianggap bersalah. Biasanya orang yang dijatuhi hukuman salib adalah para pemberontak dan juga orang asing, konon kabarnya orang Roma tidak boleh dihukum mati dengan cara disalib karena hukuman ini sangat kejam.

Orang yang dihukum mati dengan cara disalib akan mengalami penderitaan yang lama. Mereka akan mengalami penderitaan fisik dan juga psikis. Penderitaan fisik karena mereka tergantung pada kayu salib dan penderitaan psikis karena mereka disalib di tempat umum dan dilihat atau malah diolok-olok oleh orang. Penderitaan di salib ini konon bisa berlangsung berjam-jam bahkan bisa dalam hitungan hari. Hal ini terlihat dari keterkejutan Pilatus saat mengetahui bahwa Yesus sudah mati. “Pilatus heran waktu mendengar bahwa Yesus sudah mati. Maka ia memanggil kepala pasukan dan bertanya kepadanya apakah Yesus sudah mati.” (Mrk 15:44). Jadi selama tergantung di salib orang-orang akan mengalami penderitaan yang teramat sangat, kematian merupakan hal yang sangat diinginkan oleh orang yang mengalami hukuman ini. Kadang-kala tubuh mereka yang tergantung di alam terbuka menjadi makanan hewan-hewan buas bahkan ketika mereka masih hidup. Kadang-kala mayat-mayat orang-orang yang tergantung disalib dibiarkan tetap tergantung di sana sampai habis dimakan binatang-binatang.

Yesus Kristus sekitar tiga jam tergantung di salib, cukup singkat untuk orang yang dihukum dengan cara ini. Ada kemungkinan ini adalah akibat penyiksaan yang dialami oleh Yesus sebelumnya. Yesus disiksa oleh para prajurit Romawi dan menurut banyak cerita penyiksaan ini dilakukan dengan sangat kejam (mungkin seperti yang dilukiskan dalam Film The Passion of The Christ). Setelah penyiksaan itu Yesus masih harus membawa salibnya sendiri dari istana Pilatus menuju Golgota. Sungguh suatu penderitaan yang sangat tak terperi. Jadi saat berada di salib Yesus sudah mengalami keletihan yang luar biasa.

Semoga gambaran di atas bisa menjadi bahan permenungan bagi kita dan selalu mengingatkan kita akan besarnya kasih Allah pada kita. 





Baca juga artikel berikut:

  Facebook  
  Tidak Login Facebook (27)  
  082 133 636261
  523F7CC3
  082 133 636261