Arsip Blog
Kategori Produk
Our Suports

  082 133 636261
  082 133 636261
  Kedai Rohani


Anda pengunjung kami ke 216907.
Saat ini sedang ada 1 pengunjung online dari total 3 pengunjung hari ini. (hits 11/ 920436 )



Anda sedang berada di: Blog
Blog Kedairohani.com
Upacara Pemakaman Sang Raja
Diposting oleh : Antonius Handoko Kategori: Renungan & Motivasi - Dibaca: 1287 kali Sabtu, 04 April 2015 - 11:42:09 WIB

Setelah wafat di salib apa yang terjadi dengan jenazah Yesus. Para penginjil menyebutkan bahwa Yesus wafat dalam hukuman salib itu dan setelah ia wafat lalu diturunkan dari salib. Berbeda dengan kedua orang yang disalib bersama Yesus, kedua kaki mereka dipatahkan supaya lekas mati dan baru kemudian diturunkan dari salib.

Setelah diturunkan dari salib tubuh Yesus diterima oleh ibunya, Maria. Tidak terbayangkan bagaimana hancurnya hati Bunda Maria ketika menerima tubuh putra terkasihnya yang telah wafat dengan cara yang kejam. Bunda Maria pasti sangat bersedih melihat luka-luka yang ada pada tubuh putranya itu.

Ketika diturunkan dari salib hari telah sore dan tubuh Yesus harus segera dimakamkan. Yesus dimakamkan di dekat tempat Ia disalibkan; “Dekat tempat di mana Yesus disalibkan ada suatu taman dan dalam taman itu ada suatu kubur baru yang di dalamnya belum pernah dimakamkan seseorang.” (Yoh 19:41). Lalu siapa yang memakamkan Yesus? Yohanes menyebut bahwa yang memakamkan Yesus adalah Yusuf dari Arimatea dan juga Nikodemus. Lalu ke mana para murid yang lain? Di mana Petrus yang sempat mengangkat senjata untuk membela Yesus dengan memotong telinga pengawal Bait Allah. Ke mana juga Thomas, Yakobus dan yang lainnya? Mungkin hanya Yohanes yang saat itu hadir sedang para murid yang lain lari ketakutan.

Cukup aneh sebenarnya saat yang datang untuk mengurus jenazah Yesus adalah Nikodemus. Siapa Nikodemus, Nikodemus adalah seorang pimpinan agama Yahudi (Yoh 3:1). Jadi Nikodemus adalah orang yang terhormat dan dalam hal ini ia rela untuk menguburkan jenazah orang yang mati disalib. Perlu diingat bahwa hukuman salib bisanya untuk orang yang melakukan kejahatan besar dan mayatnya bisanya hanya dibuang begitu saja. Selain itu orang yang berani memakamkannya pasti akan dikaitkan dengan kejahatan yang dilakukan. Namun dalam kasus penyaliban Yesus memang berbeda, Nikodemus tahu siapa Yesus dan ia mengakui bahwa Yesus adalah orang benar.

Hal menarik adalah apa yang disebut dalam Yohanes  19:39 “Juga Nikodemus datang ke situ. Dialah yang mula-mula datang waktu malam kepada Yesus. Ia membawa campuran minyak mur dengan minyak gaharu, kira-kira lima puluh kati beratnya.” Terlihat bahwa Nikodemus membawa campuran minyak mur dan minyak gaharu, ini merupakan wewangian yang sangat mahal harganya. Selain itu jumlahnya sangat banyak, dalam kamus kitab suci kati adalah ukuran yang banyaknya kira-kira 2 liter (2 liter x 50 kali = 100 liter) jumlah yang sangat banyak untuk memakamkan orang. Ada sebanyak 100 liter wewangian untuk memakamkan jenazah Yesus. Menurut dosen Injil Yohanes jumlah ini adalah jumlah yang bisanya digunakan untuk memakamkan seorang raja. Jadi Yesus dalam hal ini dimakamkan secara layak, bahkan layaknya raja. Nikodemus dan juga Yusuf dari Arimatea merasa bahwa Yesus harus dimakamkan secara layak karena ia adalah sang Raja 





Baca juga artikel berikut:

  Facebook  
  Tidak Login Facebook (1)  
  082 133 636261
  523F7CC3
  082 133 636261