Arsip Blog
Kategori Produk
Our Suports

  082 133 636261
  082 133 636261
  Kedai Rohani


Anda pengunjung kami ke 247417.
Saat ini sedang ada 4 pengunjung online dari total 80 pengunjung hari ini. (hits 777/ 1168982 )



Anda sedang berada di: Blog
Blog Kedairohani.com
Impian Tiga Pohon
Diposting oleh : Antonius Handoko Kategori: Renungan & Motivasi - Dibaca: 1206 kali Jumat, 10 April 2015 - 22:39:56 WIB

Ada tiga pohon yang sedang berbagi cerita mengenai impian-impian mereka ke depan. Pohon pertama berkata. “Aku ingin menjadi peti harta karun. Emas, permata dan harta dunia akan ditempatkan di dalam kotak yang dibuat dari kayuku”. Pohon kedua berkata, “Aku ingin menjadi kapal yang kuat, raja dan ratu akan naik ke atasku. Aku akan menyeberangi lautan yang luas dan mereka akan aman bersama ku”. Pohon ketiga mengatakan impiannya “aku ingin tetap tumbuh di hutan ini. Menjadi pohon tertinggi di hutan ini. Saat melihat cabang-cabangku yang tinggi menjulang di langit, orang akan teringat pada Tuhan dan mengingat betapa aku dekat dengan Tuhan”. Setelah beberapa tahun berlalu pohon-pohon itu tumbuh semakin besar. Kemudian datanglah penebang pohon dan menebang ketiga pohon tersebut. Pohon pertama dan kedua merelakan dirinya ditebang namun pohon ketiga sangat ketakutan sebab ia ingin tetap tumbuh tinggi. Cita-cita pohon ketiga dengan begitu telah kandas. Pohon pertama setelah ditebang lalu dijual pada seorang petani yang memelihara ternak. Kayu itu kemudian dijadikan tempat pakan ternak. Rumput-rumput tentu bukan barang berharga di dunia ini, ia merasa bahwa impiannya untuk menjadi kotak harta tidak tercapai. Pohon kedua dijual pada seorang tukang perahu dan dijadikan perahu kecil. Tidak ada raja atau ratu yang naik ke atasnya, hanya nelayan saja yang menggunakan dirinya untuk mencari ikan. Suatu malam yang dingin datanglah dua orang asing yang tidak mendapat tempat di penginapan. Seorang diantaranya sedang hamil dan akan segera melahirkan anak mereka. Setelah proses persalinan selesai, bayi tersebut dibaringkan dalam palungan. Kemudian datanglah tiga raja dan bersujud di depan palungannya. Pohon pertama baru menyadari bahwa yang diletakkan di dalam palungan adalah harta yang sangat berharga dan tiada harta lain yang mampu menandinginya. Angin bertiup sangat kencang dan membuat air Danau Galilea bergolak. Perahu kecil yang ditumpangi beberapa orang yang sedang menyeberang terombang-ambingkan oleh badai. Pohon kedua merasa sangat khawatir kalau-kalau ia pecah dan orang-orang yang ada dalam perahu itu tidak selamat. Ia sangat ingin melindungi orang-orang yang naik di atasnya. Tiba-tiba salah satu penumpang kapal itu bangun dan memerintahkan badai dan angin ribut untuk tenang; dan badai yang sedang bergolak itu segera tenang. Pohon kedua menyadari bahwa yang sedang naik di atas perahu kecil itu adalah raja para raja. Di suatu siang yang terik seorang lelaki lemah dan penuh luka memanggul kayu dari pohon yang ketiga. Lelaki itu begitu menderita, darah banyak keluar dari luka-lukanya yang terbuka. Pohon ketiga itu tidak tahu apa salah lelaki malang itu bahkan ketika tangan dan kakinya dipaku pada kayunya. Setelah lelaki malang itu wafat, pohon ketiga baru mengetahui bahwa lelaki tersebut adalah penyelamat dunia. Kayu ketiga menjadi kayu yang menjulang tinggi dan orang mengakui bahwa ia begitu dekat dengan Tuhan.





Baca juga artikel berikut:

  Facebook  
  Tidak Login Facebook (23)  
  082 133 636261
  523F7CC3
  082 133 636261