Arsip Blog
Kategori Produk
Our Suports

  082 133 636261
  082 133 636261
  Kedai Rohani


Anda pengunjung kami ke 247410.
Saat ini sedang ada 7 pengunjung online dari total 73 pengunjung hari ini. (hits 663/ 1168868 )



Anda sedang berada di: Blog
Blog Kedairohani.com
Goa Maria Sendang Padang Bulan
Diposting oleh : Eric Eryanto Kategori: Tempat Ziarah - Dibaca: 3505 kali Kamis, 12 Maret 2015 - 20:39:51 WIB

Maria, Ibu Semua Orang

Sendang Padangbulan menjadi tempat yang baik bagi para peziarah yang datang memohon perantaraan Ibu Maria. Sesudah 15-an tahun menyandang nama Gua Maria Padangbulan, tempat ziarah ini terus dikelola agar bisa senantiasa menjadi ruang sembahyang yang memadai bagi para peziarah yang terus meningkat jumlahnya.

Pengembangan pengelolaan tersebut tidak saja berfokus pada bidang fisik. Makna dan arti baru tentangnya pun coba diperkokoh. Tepatnya, pada 29 Desember 2000, Mgr Andreas Henrisoesanta menetapkan nama baru untuk Sendang Maria ini "Mariam, Perempuan untuk Semua Manusia".

Monsinyur berkisah, sebutan Maria sebagai “perempuan untuk semua manusia” ini berdasarkan pada visiun yang diterima oleh Ida Peerdeman dari tahun 1945 hingga 1959. Pada visiun tersebut, salah satunya, Maria menyampaikan amanat ingin disapa sebagai “Mariam, perempuan bagi semua manusia”. Gelar ini diakui oleh Uskup Boomers dari Haarlem, Amsterdam, dan Uskup Punt, 31 Mei 1996.

Dalam catatan pemaknaan atas nama baru tersebut, Albertus Riyanto menuliskan bahwa sebutan itu dimaksudkan agar Bunda Maria sebagai Bunda Allah dan Bunda Gereja, kini dalam rangka menciptakan persaudaraan sejati, semakin berperan dalam hidup setiap orang.

“Ia bukan hanya menjadi milik orang Katolik saja melainkan menjadi Ibu bagi semua orang. Apabila hidup manusia dirahmati oleh Maria, diharapkan manusia hidup di dalam rasa cinta persaudaraan karena memiliki seorang Ibu yang sama. Kiranya upaya menyadarkan peran Ibu Maria ini dimulai dalam perjumpaan para peziarah di Gua Mari ini,” tulisnya.

Jika menilik kembali sejarah Padangbulan pada masa-masa genting Agresi Belanda, kita temukan bahwa yang mengungsi demi perlindungan di situ bukan saja dari kalangan umat Katolik; apalagi kalau kita simak masa-masa awal lahirnya devosi umat di sekitar Sendang Padangbulan, yang datang berdoa ke sendang juga bukan hanya umat Katolik.

Dikisahkan oleh beberapa umat setempat, ketika Sendang Padangbulan mulai terdengar gaungnya, ada beberapa warga di sekitar Pringsewu juga berdatangan ke sendang. Orang-orang yang sedang terlilit persoalan hidup dan membutuhkan suatu kuasa atau pencerahan tertentu itu memohon rahmat Allah seturut cara dan keyakinan mereka. Kabarnya, tak sedikit dari doa mereka yang dikabulkan.

Unduh informasi panduan Ziarah di Gua Maria Sendang Padang Bulan


Berdoa Bersama Ibu

Kini, bersama Ibu Maria, Ibu semua orang itu, kita mau menyatukan doa sebagaimana pernah diamanatkan Bunda Maria kepada Ida Peerdeman:


“Tuhan Yesus Kristus, Putra Bapa,
utuslah Roh Kudus ke seluruh muka bumi sekarang ini juga.
Biarlah Roh-Mu itu tinggal dalam hati semua manusia,
supaya mereka dibebaskan dari kemerosotan akhlak,
malapetaka, dan peperangan.
Perkenankanlah Ibu untuk semua manusia ini,
yang dulu hanya dikenal sebagai Maria Bunda Allah,
kini menjadi pembela kami.
Amin.”

 

peta lokasi


 

Rumah Retret La Verna

TAK jauh dari lokasi Gua, hanya beberapa ratus meter saja, terdapat sebuah rumah retret La Verna yang dikelola oleh suster FSGM. Rumah retret yang diberkati oleh Mgr Andreas Henrisoesanto ini hadir demi menjawab kebutuhan gladi rohani umat.

La Verna memberi pelayanan bagi peziarah dari luar daerah yang ingin menginap. Layanan penginapan dan pendampingan rohani sangat dimungkinkan  bagi para peziarah yang membutuhkannya. Untuk bisa mendapatkan layanan ini, calon peziarah, entah itu pribadi atau kelompok, mesti menghubungi pihak rumah retret jauh-jauh hari sebelumnya.

Rumah Retret La Verna memiliki akses jalan khusus menuju Gua Maria Padangbulan. Fasilitas ini memudahkan tamu yang ingin berdoa ke gua pada sewaktu-waktu. Misalkan, keinginan berdoa untuk lebih hening dan tenang pada malam hari atau pagi-pagi buta.

Di kompleks Rumah Retret La Verna terdapat sebuah museum. Museum ini memuat perihal sejarah dan situasi yang terjadi di sekitar Padangbulan pada masa Agresi Belanda Kedua tahun 1948. Sejarah yang mematrikan perjuangan Gereja lokal dan masyarakat dalam memerdekakan hidup.

Alamat
Rumah Retret La Verna
Padangbulan – Pajaresuk
Kotak Pos 4
Pringsewu 35373
Lampung
Telp: 0729-21790
HP: 081369025778
Email: lavernapadangbulan@yahoo.com

Sumber: Ign. Elis Handoko SCJ dalam buku "Jejak Seorang Ibu Bagi Semua Orang: Panduan Ziarah Gua Maria Padang Bulan"





Baca juga artikel berikut:

  Facebook  
  Tidak Login Facebook (19)  
  082 133 636261
  523F7CC3
  082 133 636261